Rabu, 03 November 2010

Gunung Ciremai 3078 mdpl

Pendakian Gunung Ciremai 3078 mdpl, Gunung tertinggi di wilayah antara kuningan, majalenka, dan cirebon dan juiga merupakan gunung tertinggi jawa barat..
7 – 8 mei 2010
Anggota :

Andung apry
Ahmad juma
Adi
Andi

Pos

1. basecamp
2. cibunar
3. leuweung datar
4. condang amis
5. kuburan kuda
6. tanjakan binbin
7. tanjakan sruni
8. bapa tere
9. batu lingga
10. sangga buana I
11. sangga buana II
12. pangasinan
13. puncak


Track

Dari awal sampai puncak bisa di bilang ga ada bonus sedikitpun…perjalanan dari basecamp sampai puncak yang kita lakukan sekitar 12 jam.dengan camp di sangga buana I. denan rincian basecamp – sangga buana I memakan waktu 10 jam. Sangga buana I – puncak 2jam. Dari bascamp kita langsung di beri pemanasan dengan tanjakan dengan kisaran 45 derajat, yang cukup membuat ngos ngosan untuk permualaan. Dengan tanah yang tertata rapi sampai pos cibunar.di cibunar merupakan pos berada di hutan pinus, di sini juga biasa di jadikan oleh masyarakat untuk sekedar camping atau rekreasi keluarga, di sini pendaki bisa menambah bekal air untuk perjalanan karena setelah cibunar tidak akan di temukan mata air.

Setelah cibunar kita akan menelusuri hutan pinus yang rimbun dan hijau, kesejukannya terasa sekali, dan sanggat berbeda dengan udara di kota yang makin hari makin tercemar polusi udara,,makanya itu kita naik gunung hehehehe….dan kita bisa melihat kota kuningan yang berada di bawah kaki kita…kota kuningan yang terhampar luas hingga laut jawa pun terlihat,dan tampak kapal kapal kecil yang mulai menjauhi dermaga menuju tengah laut yang biru..hingga pos leuweung datar dengan track yang lumayan terjal,berkerikil juga tanah merah.
Leuweung datar merupakan pos yang berada di hutan pinus dengan tempat yang tidak cukup luas…di sini kita bisa beristirahat dengan memandang hutan pinus yang tumbuh subur dan bentangan alam yang ada di bawah sana…selepas leuweung datar kita akan memasuki hutan yang kompleks dengan vegetasinya.jalur yang cukup menanjak diiringi tanah yang merah yang lembab sehingga lintah pacetpun kadang kadang menyelinap di celana yang kita pakai dan dengan nyamanya menikmati darah segar dari kita.dan setelah mereka puas mereka akan terlepas dengan sedirinya. Jalan yang licin menjadikan kita harus extra hati hati agar tidak terpeleset dan dari lintah pacet. Jika kita beruntung kita bisa melihat kawanan lutung liar yang bergelantungan di pohon. Menyapa para pendaki yang sedang melakukan perjalanan.

Sampai di condong amis kita dapat beristirahat. Di pos ini merupakan tempat datar yang dapat di dirikan sekitar tenda sekitar 10 tenda. Di sekeliling pos ini terlindung dengan pohon pohon yang tinggi dan berdiri kokoh dan lumayan terbuka jika kita membuka camp di sini dan apabila cuaca cerah kita dapat memandang bintang bintang yang membentang di angkasa sana…setelah lepas condong amis jalan pendakian tanpa bosan kita harus melalui tanjakan tanjakan yang membuat kita sebentar sebentar berhenti untuk sedikit istirahat. Agar tubuh kita bisa melanjutkan perjalanaan. Dengan jalan yang lembab dan licin. Kanan kiri jalan di tumbuhi pohon pohon yang sangat lebat. Hutan ciremai merupakan hutan yang masih sanggat asri dan lebat. Tetapi di sepanjang jalur pendakian tidak ubahnya banyak sampah yang di tinggalkan oleh para pendaki yang tidak peduli dengan kelestarian lingkungan hidup. Sebaiknya mereka yang melakukan pendakian membawa kembali sampah yang mereka buat ke bawah sehingga keadaan gunung gunung tidak seperti sekarang ini. Kita kembali ke pendakian…

Lepas condong amis kita akan sampai di kuburan kuda, daerah ini dapat di dirikan beberapa tenda. Tempat ini lumayan tertutup sehingga lumayan aman dari terjangan angina dan hujan. Dengan sekeliling hutan yang masih lebat. Suhu dingin sudah sanggat terasa di daerah ini. Perjalannan setelah kuburan kuda engan jalan yang tetap menajak kita akan sampai di tanjakan binbin. Tanjakan…???? Dari katanya saja udah pasti jalanya bikin lelah. Jalur tanjakan binbin memang sangat menguras tenaga kemiringannya sampai 60 – 70 derajat. Kadang kita juga harus mengunakan bantuan akar akar pohon untuk neik ke daerah yang lebih tinggi. Maka hati hati jika saat mendaki di sini dalam cuaca hujan..air yang deras dari atas menjadikan jalan sanggat licin. Karena pada saat melakukan pendakian team kami melewati tanjakan binbin ini dalam cuaca hujan. Sehingga memaksa kami untuk hati hati, tapi tetap saja kadang kami terpeleset.

Dari tanjakan binbin kita akan sampai di tanjakan sruni. Emang jalur via linggar jati ini sanggat terjal, tetapi jalur ini merupakan jalur favorit para pendaki. Tanjakan sruni memiliki kemiringan sekiar 60 – 75 derajat..keadaanya sedikit lebih mudah dari tanjakan binbin karena tracknya lumayan bagus. Di pos bapa tere kita dapat mendirikan tenda. Di temapat ini cukup luas untuk 3 – 4 tenda. Dan lumayan aman dari terjangan angina. Dari bapatere kita sampai di batulingga. Dengan track yan tetap terjal. Dan di kelilingi pohon pohon yang sanggat lebat terkadang kita melewati tumbuhan perdu yang masih hijau. Kita juga terkadang akan di hadang dengan pohon pohon yang tumbang melintasi jalur pendakian. Sehingga kita harus naik atau melewati bagian bawah pohon yang tumbang. Selama perjalannan yang kami lakukan sekitar 13 pohon yang tumbang menghalang di jalur baik yang sudah tuaa maupun yang masih baru. Perndakian ke puncak ciremai jalurnya lumayan banyak cabang sehingga kita harus jeli jalur mana yang akan kita lakukan. Karena kita juga keluar dari jalur pada saat turun gunung, karena kami salah mengambil jalur. Di batu lingga tempoatnya luas dan terlindung serta aman dari angina. Dapat di dirikan sekitar 5 tenda.

Menuju Sangga Buana I dengan medan yang masih terjal..dengan bebatuan yang di selingi tanah merah membuat kami lebih harus hati hati. Di sangga buana II bisa di dirikkan sekitaar 5 tenda. Daerah yang aman dsari angina. Kami juga pada saat pendakian ini ng-camp di sini. Dan selepas magrib kami di sambut kunang kunang yang berkelip kelip mengiringi malam kami. Dan di sambut bintang bintang terang dengan bulan sabit yang malu malu menampakan cahaya sunyi menambah indahnya malam itu.kesunyian yang kami rasakan dan kedamaian yang kami dapatkan serta perjalanan yang melelahkan, hingga membuat kami terlelap tidur dengan mimpi masing masing. Dini hari kami bangun untuk melakukan pendakian menuju puncak dengan tanpa beban. Dari sangga buana I kita kan sampai di sangga buana II. Di daerah ini bisa di bangun sekitar 6 tenda. Tempatnya luas dan terlindung dari angina. Di sini kits melihat tenda team dari jepang. Mereka bertiga dengan satu porter sekaligus pemandu.

Sangga buana II menuju pengasinan track sanggat terjal kita harus hati hati di jalur ini. Sesekali kita akan menjumpai bunga abadi yang biasa di sebut bungs edelwais. Dengan jalur yang berbatu dan pohon pohon di sekitar jalur mulai di dominasi oleh pepohonan perdu. Sampai di pangasianan, pangasinan merupakan tempat yang biasa di jadikan para pendaki untuk camp. Tempatnya luas dapat di dirikan sekitar 5 tenda. Tempat terbuka sehingga jika kita camp di sini harus benar benar memperhatikan cuaca. Dari pangasinan kita akan menuju puncak ciremai dengan jalur yang terjal dengan di kelilingi pohon perdu dan pohon edelwais yang sanggat banyak. Jalan yang berbatu dan licin mengharuskan kita hati hati untuk melakukan perjalanan. Juka cuaca kurng bersahabat lebih baik di undur untuk menuju puncak karena angina di sini kuat. Dan badai bisa dating sewaktu waktu. Sampai di puncaak kita bisa melihat pemandangan yang super indah terlihat laut jawa yang terpapang luas. Kota kuningan, kota cirebon, kawah kembar ciremai yang indah, lautan awan yang membentang luas, dan birunya langit yang menjadikan kita betah untuk lama lama di puncak. Terbayar sudah pendakian yang melelahkan dengan di bayar panorama ciptaan yang maha luhur yang tidak setiap orang bisa menikmati langsung…..


Cuaca

Dalam pendakian yang kami lakukan, cuaca emang ga terlalu dapat di prediksi. Di bulan mei harusnya sudah masuk ke musim kemarau tapi ternyata hujan mendampingi perjalanan kami. Ciremai merupakan gunung yang tinggi curah hujannya. Makanya bagi yang akan melakukan pendakian ciremai, harus memperhitungkan tentang cuaca yang tidak dapat di kira. Dari karawang kami menduga cuaca akan cerah terus, karena di karawang sselama bulan april sudah jarang sekali hujan. Dari karawang berangkat dengan cuaca terang benderang bahkan biusa di bilang panas. Sampai cirebon tengah malam, di luar bis yang kami tumpangi ternyata hujan mengiringi lajunya roda kendaraan yang mengantar ke tujuan kami. Sampai di pertigaan linggar jati hujan sudah reda. Sehingga menengkan hati kami, yang berharap di saat pendakian kami cuaca cerah. Setelah tawar menawar ojek menuju basecamp, kami menuju pos pendakian dengan ojek. Sampai basecamp kami beristirahat di mushoa basecamp. Dan tak lama kemudian hujan turun dengan deras menemani mimpi kami melewati dinginnya malam. Pai yang cerahpun kami rasakan pada saat akan melakukan pendakian.

Sehingga pendakian pada pagi hari itu kami di iringi cuaca yang cerah. Kami berangka jam 7:30. Di perjalanan cuaca lumayan panas sehingga baju yang menempel di kulit kami pun, basah dengan keringat. Beberapa jam perjalanan kabut tipis pun mulai mengiringi langkah kami yang mulai terasa berat. Setelah makan siang tepatnya setelah tanjakan binbin cuaca yang sedikit cerah langsung berubah menjadi hujan tang cukup dera. Hingga sekitar jam 4:30 sore hujan pun reda ketika kami sampai di batu lingga. Cuaca berganti serah. Sehingga kami memutuskan untuk camp lebih atas dari batu lingga. Malam yang cerah tanpa hujan, dan hanya ada bintang yang berkelip di langit serta bulan sabit yang menemani malam kami. Malam yang dingin mengiringi kami menembus alam bawah sadar. Dini hari kami bangun untuk melakukann pendakian puncak dengan cuaca yang masih sangat cerah. Sehingga ketika kami sampai di puncak dengan cuaca yang sanggat cerah. Sehingga keindahan alam yang di lihat dari puncak menenangkan hati kami. Terbayar sudah perjalanan yang menguras keringat dengan keindahan yang tdak setiap orang melihatnya.

Ketika kami menuruni lereng puncak cuaca masih sanggat cerah. Dan ketika lepas duhur setelah tanjakan sruni kabut tebalpun turun dan menjadikan penglihatan kami terhalang. Jarak pandang kami hanya kira kira 10 meter. Ba’da asar ketika kami turun dari pos cibunar gerimis datang dengan nikmatnya. Setelah magrib ketika kami sedang menunggu bis menuju karawang hujan deras mendampingi kami menunggu bis. Hingga kami meninggalkan kota kuningan bis kami masih di guyur hujan. Itulah cuaca yang menemani perjalanan kami.

Akomodasi

Rincian biaya ini untuk jumlah anggota 4 orang dari karawang * Pendakian Gunung Ciremai 3078 mdpl.
Karawang kota - Simpang (Cikampek) = 55.000 (nego) > angkot
Simpang (Cikampek) – Pertigaan Linggar Jati (Kuningan) = 110.000 (nego) > bus luragung
Pertigaan Linggar Jati – BaseCamp = 40.000 > ojek
Tiket pendakian per orang 6.500
Perjalanan kami menuju karawang kami beranggotakan 3 orang karena andi akan mampir dulu di tempat saudaranya yang ada di kuningan.
BaseCamp – Pertiggaan inggar Jati = 40.000 > ojek untuk 4 orang
Pertigaan Linggar Jati – Simpang(Karawang) = 75.000 (nego) > 3 orang
Simpang – Karawang Kota = 40.000 > 3 orang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar